ANALISIS KESALAHAN SEMANTIK DALAM NOVEL KETIKA LANGIT MENCINTAI BUNGA KARYA HNAYAA

  • Laelatul Qomariyah
  • Cintya Nurika Irma

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk-bentuk kesalahan semantik dalam novel Ketika Langit Mencintai Bunga karya Hnayaa. Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Ketika Langit Mencintai Bunga karya Hnayaa yang terbit pada bulan Februari tahun 2021 dengan penerbit Novellindo Publishing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode baca dan catat. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan membaca dan mencatat bentuk-bentuk kesalahan semantik dalam novel Ketika Langit Mencintai Bunga karya Hnayaa. Hasil analisis tiga kesalahan semantik meliputi: (1) Gejala hiperkorek berupa kata: wudhu, shalat, ancur, nelfon dan antri, (2) Gejala pleonasme berupa kata: turun ke bawah, naik ke atas, gue ngejar-ngejar, dan putus-putusnya. dan (3) Pemilihan kata atau diksi yang tidak tepat berupa kata: kaya, tewas, kepleset, nyoba, nyopot, nangkring, nyubit, nyari, nyalim, nyumpahin dan liat. Kesalahan semantik dalam novel yang paling dominan adalah pemilihan kata atau diksi yang tidak tepat dalam menggunakan unsur-unsur bahasa berupa ragam lisan yang dibuat sebagai ragam tulis. Hal tersebut bukan berarti bahwa seorang penulis wajib menguasai kosakata seperti yang terdapat dalam kamus, melainkan bagaimana seorang penulis mampu menggunakan kata secara cermat dan tepat yang jumlahnya sesuai dengan tujuan dan keperluannya.
Published
2022-04-05