Konstruksi Keamanan Korea Utara Melalui Ideologi Juche di Era Pandemi Global
Abstract
Pandemi COVID-19 menjadi momentum penting dalam memahami bagaimana Korea Utara mengonstruksi keamanan nasional melalui ideologi Juche yang berlandaskan kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ideologi Juche dalam proses sekuritisasi Korea Utara di tengah krisis global, khususnya bagaimana rezim Kim Jong-un membingkai pandemi sebagai ancaman eksistensial terhadap ideologi dan kedaulatan negara. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dan metode Analisis Wacana Kritis (Critical Discourse Analysis) ala Norman Fairclough, penelitian ini menelaah pidato-pidato Kim Jong-un sebagai tindak ujaran (speech act) yang mereproduksi wacana ideologis dan melegitimasi kebijakan luar biasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ideologi Juche berfungsi sebagai referent object dalam sekuritisasi, di mana pandemi diposisikan bukan hanya sebagai krisis kesehatan, melainkan juga sebagai perang ideologis melawan infiltrasi asing. Melalui kontrol wacana dan propaganda negara, rezim menggunakan pandemi untuk memperkuat loyalitas rakyat, mempertahankan stabilitas politik, dan memperkokoh ketahanan rezim otoriter (authoritarian resilience). Secara teoretis, penelitian ini memperluas penerapan teori sekuritisasi ke dalam konteks keamanan non-tradisional Asia Timur, dengan menegaskan bahwa ideologi dapat menjadi instrumen pertahanan sekaligus sarana legitimasi politik dalam sistem otoriter.
Kata kunci: Juche, sekuritisasi, Korea Utara, pandemi COVID-19, Analisis Wacana Kritis, ketahanan otoriter.