ANALISIS KELAYAKAN USAHA TANI CABAI MERAH DI DESA TANGGERAN, KECAMATAN TONJONG, KABUPATEN BREBES

Penulis

  • Teja Tegar Mandiri
  • Intan Kirana
  • Wahyu Febriyono

DOI:

https://doi.org/10.30812/jpp.v5i1.2308

Kata Kunci:

Revenue Cost Rasio, Break Event Point (BEP), analisis usaha tani, cabai merah

Abstrak

Petani Desa Tanggeran, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes mulai menanam cabai pada tahun 2021. Petani belum mengetahui analisis usaha tani pada tanaman cabai merah di lokasi tersebut. Penelitian ini bertujuan mengkaji tentang kelayakan usaha tani cabai merah di Desa Tanggeran, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-April 2025. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus (case study). Variabel yang diamati antara lain : harga jual, jumlah produksi, biaya produksi, penerimaan, pendapatan, Break Event Point (BEP), dan Revenue Cost Ratio (R/C ratio). Berdasarkan penelitian diketahui rata-rata harga jual (Rp.25.316,67), rata-rata jumlah produksi (826,33 kg), rata-rata biaya produksi (Rp.5.573.677,35), rata-rata penerimaan (Rp.20.920.005,56), pendapatan (Rp.15.346.328,21), Break Event Point penerimaan sebesar Rp.359.344,77; Break Event Point unit sebesar 18,91 kg, dan Revenue Cost Ratio (R/C ratio) 3,37. Berdasarkan hasil penelitian, petani layak mengusahakan cabai merah di Desa Tanggeran, Kecamatan Tonjong.

 

 

Diterbitkan

2025-07-31

Terbitan

Bagian

Articles