STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA TANI JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) DI DESA TLAGA, KECAMATAN GUMELAR, KABUPATEN BANYUMAS
DOI:
https://doi.org/10.30812/jpp.v5i1.2311Kata Kunci:
Jamur tiram putih, IFE, EFE, SWOT, QSPMAbstrak
Hortikultura merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki potensi dan peluang untuk dikembangkan. Komoditas hortikultura yang menunjukkan perkembangan signifikan dan berpotensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut, baik untuk konsumsi domestik maupun ekspor, adalah jamur. Desa Tlaga memiliki potensi besar dalam budidaya jamur tiram, didukung oleh kondisi agroklimat yang sesuai dan tren peningkatan produksi yang signifikan selama tiga tahun terakhir. Namun, pengembangan usahatani masih terkendala oleh rendahnya pengetahuan teknis petani, keterbatasan akses permodalan, dan belum optimalnya peran penyuluhan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2025. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengembangan usahatani jamur tiram putih menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunanakan metode kualitatif dan kuantitatif. Data dianalisis melalui matriks IFE, EFE, SWOT, dan QSPM untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal serta menentukan prioritas strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama adalah tingginya permintaan pasar (0,698), sedangkan kelemahan utamanya adalah rendahnya pengetahuan budidaya (0,178); peluang terbesar terletak pada luasnya potensi pasar (0,670), sementara ancaman utama adalah lemahnya kinerja penyuluhan (0,106). Posisi usahatani berada pada Kuadran V Matriks IE (hold and maintain), dengan strategi prioritas berdasarkan QSPM yaitu meningkatkan kapasitas produksi harian (TAS: 6,431), dilanjutkan dengan pendirian kelompok tani/koperasi, menjalin kemitraan dengan pemasok, meningkatkan kerja sama penyuluhan, penguatan teknologi produksi, serta kolaborasi dengan lembaga keuangan. Strategi yang terintegrasi antara peningkatan kapasitas produksi, penguatan kelembagaan, dan pengembangan teknologi menjadi kunci dalam mendorong keberlanjutan dan daya saing usahatani jamur tiram putih di Desa Tlaga.