SALURAN PEMASARAN DAN NILAI TAMBAH USAHA TELUR ASIN DI UD FASSYA MANDIRI DESA BENDA KECAMATAN SIRAMPOG KABUPATEN BREBES
DOI:
https://doi.org/10.30812/jpp.v5i1.2312Keywords:
telur asin, saluran pemasaran, nilai tambahAbstract
Kecamatan Sirampog memiliki jumlah telur bebek 821 ton pada tahun 2021. Hal ini cukup tinggi mengingat Kecamatan Sirampog merupakan wilayah dengan kondisi geografi yang beragam yaitu pegunungan atau perbukitan dan sebagian besar masyarakatnya bertani hortikultura. UD. Fassya Mandiri merupakan satu satunya UD. di Kecamatan Sirampog yang memproduksi telur bebek menjadi telur asin. Saluran pemasaran pada usaha telur asin di UD. Fassya Mandiri, meliputi Saluran pemasaran I yaitu Peternak Bebek – Produsen – Konsumen Pengecer memiliki margin pemasaran sebesar Rp 1500, farmer share yang dimiliki sebesar 62,5 persen, dan biaya pemasaran yang dibutuhkan untuk memasarkan produk sebesar Rp 37,5. Saluran pemasaran II yaitu Peternak Bebek – Produsen – Yogya Slawi Swalayan – Konsumen Akhir dengan margin pemasaran sebesar Rp 2783, farmer share yang diperoleh petani sebesar 47,32 persen, dan biaya pemasaran yang diperlukan pada saluran ini sebesar Rp306,93. Saluran pemasaran III yaitu peternak bebek – produsen – swalayan – konsumen akhir memiliki margin pemasaran sebesar Rp3267, farmer share sebesar 43,35 persen, dan biaya pemasaran sebesar Rp306,93. Perhitungan nilai ini berdasarkan beberapa faktor yang mempengaruhi diantarinya input, output, dan bahan baku. Produksi dilakukan satu kali seminggu. Keuntungan yang diperoleh pada usaha telur asin ini sebesar Rp 1030,38/butir dengan tingkat keuntungan sebesar 97,63 persen, sedangkan nilai tambah pada usaha ini sebesar Rp1055,38.