ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL DAN NON FINANSIAL INDUSTRI TEMPE DI KECAMATAN SIRAMPOG
FINANCIAL AND NON-FINANCIAL FEASIBILITY ANALYSIS OF THE TEMPE INDUSTRY IN SIRAMPOG DISTRICT
Abstrak
Sektor industri memiliki peran yang sangat penting terhadap perekonomian nasional. Pengolahan makanan merupakan industri terbanyak di wilayah Jawa Tengah. Industri tempe merupakan industri pengolahan makanan berbahan baku kedelei. Kecamatan Sirampog merupakan salah satu wilayah yang memiliki beberapa pelaku industri tempe berskala rumah tangga. Permasalahan yang dihadapi oleh industri tersebut adalah kenaikan harga bahan baku kedelai, keterbatasan akses pasar, dan harga jual yang relatif stabil. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah usaha yang dijalankan layak atau tidak, baik secara finansial maupun nonfinansial. Penelitian ini menggunakan metode gabungan, yaitu dekriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Metode deskriptif kualitatif yang digunakan untuk mendeskripsikan kelayakan secara non-finansial dan metode deskriptif kuantitatif digunakan untuk menganalisis kelayakan secara finansial. Hasil penelitian menunjukkan nilai R/C Ratio untuk usaha tempe mikro sebesar 1,07 dan untuk usaha menengah sebesar 1,26. Nilai R/C ratio lebiih besar sari 1 menunjukkan usaha tempe di Kecamatan Sirampog dinyatakanlayak secara finansial. Industri tempe di Kecamatan Sirampog secara non-finansial masih tergolong layak dijalankan dengan melakukan peningkatan berkelanjutan pada aspek manajemen serta aspek pasar dan pemasaran.
Kata kunci: Tempe, Finansial, Non-Finansial, R/C Ratio