PERSEPSI ORANG TUA TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER PADA TAHAP PRAKONVENSIONAL BERDASARKAN TEORI LAWRENCE KOHLBERG (STUDI KASUS DI SD NEGERI TONJONG 05 KABUPATEN BREBES)
DOI:
https://doi.org/10.58436/jdpgsd.v15i2.2562Keywords:
persepsi orang tua, pendidikan karakter, tahap prakonvensional, teori Lawrence Kohlberg, sekolah dasarAbstract
Pemahaman orang tua terhadap tahap perkembangan moral anak menjadi faktor penting dalam keberhasilan pendidikan karakter sejak dini. Ketidaksesuaian antara pola asuh orang tua dan tahapan moral anak sering menyebabkan nilai karakter kurang terinternalisasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi orang tua terhadap pendidikan karakter anak pada tahap prakonvensional berdasarkan teori Lawrence Kohlberg, serta mengungkap bentuk dukungan dan hambatan yang terjadi dalam penerapannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan teknik. Subjek penelitian terdiri dari lima orang tua siswa kelas IV SD Negeri Tonjong 05 Kabupaten Brebes, wali kelas, dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua memahami pentingnya pendidikan karakter, namun penerapannya masih berpusat pada pemberian nasihat, hadiah, dan hukuman ringan yang menekankan kepatuhan, bukan pemahaman moral. Persepsi orang tua dikategorikan menjadi tiga: cukup memahami tahap perkembangan moral anak, kurang memahami, dan belum memahami. Faktor pendukung meliputi komunikasi positif dengan guru, teladan di rumah, serta dukungan lingkungan sekolah. Adapun faktor penghambat berupa keterbatasan pengetahuan orang tua tentang teori perkembangan moral dan perbedaan pola asuh dalam keluarga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi orang tua yang selaras dengan tahap prakonvensional dapat membantu pembentukan karakter anak secara lebih efektif dan sesuai dengan perkembangan moralnya.


