PERBANDINGAN TERAPI HIPERTENSI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN PROLANIS DI PUSKESMAS KABUPATEN BANYUMAS WILAYAH TIMUR

  • Novi Istianah Azizah Program Studi Farmasi, Fakultas Sains dan teknologi Universitas Peradaban
  • Aziez Ismunandar Program Studi Farmasi, Fakultas Sains dan teknologi Universitas Peradaban
  • Tunjung Winarno Program Studi Farmasi, Fakultas Sains dan teknologi Universitas Peradaban
Keywords: Hypertension Therapy, Lowering Blood Pressure, Therapy

Abstract

Hypertension is one of the most common cardiovascular diseases and the most common in the community. Hypertension or known as high blood disease is a condition in which systolic blood pressure is more than 140 mmHg and diastolic blood pressure is more than 90 mmHg. The purpose of this study was to determine the comparison of hypertension therapy to lowering blood pressure in prolanis patients. This study used an analytic observational design with a cohort method. The data was collected retrospectively by looking at the patient's drug monitoring book and prescriptions. The population in this study was all hypertension prolanis participants at the Banyumas District Health Center in the East Region including the Sokaraja 1 Puskesmas, Kalibagor Puskesmas, Kemranjen 1 Puskesmas, Tambak 1 Puskesmas, Kebasen Puskesmas and Sumpuih Puskesmas 1. Sampling was carried out using total sampling. The sample in this study were 166 patients. The data analysis in this study used the Kruskal Wallis test. In the Kruskal Wallis the Asymp value was obtained. Sig. 0.060> 0.05, which indicates that there is no meaningful difference between hypertension therapy to lower or stabilize blood pressure. The single antihypertensive that is best in lowering or stabilizing systolic blood pressure is amlodipine. Meanwhile, the best combination antihypertensive in lowering or stabilizing systolic and diastolic blood pressure is the drug Amlodipine + Bisoprolol.

References

1. Tarigan AR, Lubis Z, Syarifah. Pengaruh Pengetahuan, Sikap dan Dukungan Keluarga terhadap Diet HipertWHOensi di Desa Hulu Kecamatan Pancur Batu Tahun 2016. J Kesehat. 2018;11(1):9–17.
2. Kemenkes RI. Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar 2018. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta; 2018. 1–200 p.
3. Dinkes Jateng. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017. Jl. Piere Tendean No.24. Semarang.; 2017. 1–113 p.
4. Baharuddin. Perbandingan Efektivitas dan Efek Samping Obat Antihipertensi terhadap Penurunan Tekanan Darah Pasien Hipertensi di Puskesmas Baranti Kabupaten Sidenreng Rappang. Universitas Hasanuddin. Makassar; 2013.
5. Tarigan N., Tarigan A, Sukohar A, Carolia N. Prescribing and Rationality of Antihypertension Drugs Utilization on Outpatient with Hypertension in Puskesmas Simpur During January-June 2013 Bandar Lampung. 2014;(June):119–28.
6. Noviana T. Evaluasi Interaksi Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Rawat Inap di Bangsal Cempaka RSUD Panembahan Senopati Bantul Periode Agustus 2015. Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta; 2016.
7. Rakhmah SA. Potensi Interaksi Obat pada Pasien Hipertensi di Instalasi Rawat Jalan Rsud Dr. Soegiri Lamongan Periode Tahun 2017. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang; 2018.
8. Susanti L, Satriyanto MD. Pengaruh Kontrasepsi Hormonal terhadap Tekanan Darah. Collab Med J. 2018;1(3):1–9.
9. Anggara FHD, Prayitno N. Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Tekanan Darah Di Puskesmas Telaga Murni, Cikarang Barat Tahun 2012. J Ilm Kesehat. 2013;5(1):20–5.
10. Tandililing S, Mukaddas A, Faustine I. Profil Penggunaan Obat Pasien Hipertensi Esensial di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah I Lagaligo Kabupaten Luwu Timur Periode Januari-Desember Tahun 2014. Galen J Pharm. 2017;3(1):49–56.
11. Hendarti HF. Evaluasi Ketepatan Obat dan Dosis Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan di Puskesmas Ciputat Januari-Maret 2015. Universitas Islamnegeri Syarif Hidayatullah Jakarta; 2016.
12. Resmi SPO. Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi di Instalasi Rawat Inap Rsud Ir. Soekarno Kabupaten Sukoharjo Tahun 2016. Universitas Setia Budi, Surakarta; 2018.
13. Yulanda G, Lisiswanti R. Penatalaksanaan Hipertensi Primer. Majority. 2017;6(1):25–33.
14. Wulandari T. Pola Penggunaan Kombinasi Dua Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi. J Ilk. 2019;10(1):77–82.
15. Tocci G, Battistoni A, Passerini J, Musumeci MB, Francia P, Ferrucci A, et al. Calcium Channel Blockers and Hypertension. 2015;20(2):121–30.
Published
2021-01-03
How to Cite
Azizah, N., Ismunandar, A., & Winarno, T. (2021, January 3). PERBANDINGAN TERAPI HIPERTENSI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN PROLANIS DI PUSKESMAS KABUPATEN BANYUMAS WILAYAH TIMUR. Pharmacy Peradaban Journal, 1(1), 32-40. Retrieved from https://journal.peradaban.ac.id/index.php/ppj/article/view/684
Section
Vol 1 No 1 (2021): Pharmacy Peradaban Journal (Pharm. PJ): Jurnal Farmasi Univer