Integrasi Tradisi Lokal dalam Pembelajaran Kontekstual untuk Moderasi Beragama di Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.58436/dfkip.v9i1.1610Abstract
Dalam konteks masyarakat Indonesia yang multikultural dan rentan terhadap polarisasi identitas keagamaan, pendidikan moderasi beragama di tingkat sekolah dasar menjadi agenda strategis yang tak dapat ditunda. Namun demikian, pendekatan pembelajaran yang normatif dan abstrak kerap gagal menjembatani konsep nilai-nilai moderasi dengan realitas kehidupan anak. Artikel ini menawarkan integrasi tradisi lokal sebagai pendekatan pedagogis yang kontekstual dan transformatif untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama sejak dini. Melalui studi pustaka yang mendalam terhadap literatur relevan, artikel ini menelaah bagaimana praktik-praktik budaya lokal, dapat diartikulasikan sebagai medium internalisasi nilai toleransi, inklusivitas, dan harmoni sosial secara efektif dalam ruang kelas. Pendekatan ini tidak hanya merekontekstualisasi pendidikan agama agar lebih membumi, tetapi juga mengoreksi dikotomi antara agama dan budaya yang selama ini mempersempit cakrawala pendidikan Islam. Dengan merumuskan model konseptual pembelajaran berbasis kearifan lokal, artikel ini membuka ruang baru bagi praktik pedagogis yang lebih reflektif, adaptif, dan berakar pada identitas kultural siswa—sekaligus sebagai respons ilmiah terhadap kegagalan pendekatan pendidikan yang terlepas dari realitas sosial peserta didik.
Kata Kunci: Moderasi beragama, Pendidikan Islam, Tradisi lokal, Pembelajaran Kontekstual, Pendidikan Multikultural.


