Peningkatan Hasil dan Motivasi Belajar Peserta Didik dengan Metode Think Pair Share (TPS) dengan Media KIT Listrik dan Magnet Pokok Bahasan Kemagnetan Kelas IX D Semester 2 SMP Negeri 14 Tegal Tahun Pelajaran 2019/2020

  • Taryono .
Keywords: Pembelajaran Tematik, Guru, Bimbingan dan Latihan

Abstract

Sebagai mata pelajaran wajib tentunya hasil belajar yang diharapkan adalah mencapai standar minimal atau KKM sebesar 76. Namun hasil pengamatan yang penyusun lakukan hasil belajar pada kelas IX D belum memenuhi KKM, dimana nilai yang diperoleh secara rata-rata hanya 60. Rendahnya motivasi belajar disinyalir menjadi salah satu penyebab dari rendahnya hasil belajar IPA pada kelas IX D. Dengan demikian diperlukan upaya agar dapat meningkatkan motivasi belajar IPA, yang salah satunya dengan penerapan metode pembelajaran kooperatif khususnya Think-Pair-Share (TPS). Model pembelajaran tipe TPS ini diterapkan karena memiliki keunggulan dibandingkan dengan model pembelajaran lainnya. Penelitian ini bertujuan: untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik setelah menerapkan metode Think Pair Share (TPS) dengan media KIT listrik dan magnet; untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan motivasi belajar peserta didik setelah menerapakan metode Think Pair Share (TPS) dengan media KIT listrik dan magnet; untuk mengetahui apakah media KIT listrik dan magnet dapat memudahkan dalam menerapkan metode Think Pair Share (TPS). Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Masing-masing siklus dilakukan tiga kegiatan penelitian dilaksanakan pada awal Januari 2020 sampai akhir Maret 2020.  Pengumpulan data dalam penelitian tindakan ini menggunakan teknik observasi dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil dan motivasi belajar dalam pembelajaran IPA pada pokok bahasan kemagnetan ini dapat dibuktikan dengan kenaikan hasil belajar dan motivasi siswa. Sebelum siklus dilakukan hanya satu siswa yang mendapatkan hasil belajar dalam kategori baik, namun setelah siklus I hasil belajar siswa yang termasuk dalam kategori baik meningkat menjadi tujuh siswa, dan pada siklus II jumlah siswa yang mendapat nilai dalam kategori baik sebanyak 11. Sementara itu sebelum dilaksanakan siklus motivasi siswa kurang, namun setelah siklus I dilaksanakan motivasi siswa menjadi cukup dan setelah siklus II jumlah siswa yang memiliki motivasi dalam kategori baik sebanyak 20 siswa.

Published
2021-05-02