ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN DAN GAYA BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI BANTARKAWUNG 04
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana karakteristik tipe kepribadian dan gaya belajar siswa mempengaruhi kemampuan berpikir kritis matematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa tes, wawancara, angket, dan dokumentasi. Keabsahan data pada penelitian ini menggunakan jenis triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukan bahwa tipe kepribadian dan gayabelajar siswa berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis. Siswa dengan tipe kepribadian introvert cenderung teliti, namun kesulitan dalam berpikir terbuka, menyusun kesimpulan, dan melakukan evaluasi. Sementara itu, siswa ekstrovert lebih percaya diri, namun sering menjawab tergesa-gesa tanpa menganalisis secara mendalam. Mereka mudah memahami informasi dasar, tetapi kuang teliti dalam mengevaluasi dan menyusun kesimpulan secara lengkap. Berdasarkan gaya belajar, siswa visual mampu memahami simbol dan angka dengan baik, tetapi kesulitan menjelaskan proses berpikir dan menyusun kesimpulan secara lengkap. Siswa auditori lebih mudah menangkap penjelasan lisan, namun kesulitan dalam menyelesaikan soal tertulis. Siswa kinestetik lebih menyukai aktivitas langsung, namun kurang dalam kemampuan berpikir reflektif dan analisis. Secara umum, tiap tipe kepribadian dan gaya belajar memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dalam memengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa.