Strategi Pedagogis untuk Siswa Hiperaktif melalui Pembelajaran Terdiferensiasi
DOI:
https://doi.org/10.58436/dfkip.v9i2.2337Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pendampingan guru terhadap siswa hiperaktif melalui penerapan pembelajaran terdiferensiasi di SD Negeri Kretek 04. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian meliputi guru kelas I dan V, tiga siswa hiperaktif, kepala sekolah, serta orang tua siswa yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa hiperaktif memiliki karakteristik kombinasi dengan gejala inatensi dan impulsivitas yang bervariasi. Guru menerapkan strategi pendampingan berupa penyesuaian tempat duduk, instruksi singkat dan berulang, aktivitas praktik, evaluasi lisan, serta penguatan positif. Strategi tersebut disusun secara kontekstual dan mencerminkan prinsip diferensiasi pada aspek konten, proses, produk, dan lingkungan belajar. Respon siswa dan orang tua menunjukkan dampak positif, antara lain peningkatan fokus, keterlibatan, dan kenyamanan belajar. Namun demikian, guru masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu, sarana, dan perencanaan sistematis. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan kelembagaan, seperti pelatihan guru dan penyediaan media pembelajaran, agar pembelajaran terdiferensiasi dapat diterapkan secara lebih optimal dan berkelanjutan
Kata kunci: Siswa Hiperaktif, Strategi Pendampingan, Pembelajaran Terdiferensiasi, Sekolah Inklusif.


